Aksi 1 Mei yang diwarnai Orasi Kebangsaan dipelopori oleh Brigade Muslim Indonesia (BMI), Gerakan Bela Negara Nasional (GBNN) dan Barisan Anak Kolong ( BARAK ) Sulsel melibatkan puluhan peserta Aksi

BalistikNews.com ~ 1 Mei 2024 Makassar Sulawesi Selatan

Read More

Sebanyak 50an orang pemuda pemudi yang dipimpin Andi Aso dan Zulkifli,ini sepakat menyatakan kesetiaan kepada NKRI dan mendukung TNI/Polri dalam menegakan kedaulatan NKRI serta menumpas dan membasmi OPM di Papua . Mereka menolak keras aksi terorisme dan separatisme menolak keras tindakan makar OPM dengan segala underbouwnya yang ingin memisahkan diri dari NKRI.

“Dan Wahaiii mahasiswa/i yang tergabungndalam Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) diseluruh kota study dan khususnya di Makassar, sadarlah, insaflah, Hentikan segala bentuk kemunafikan dengan kegiatan dan upaya mengrongrong kedaulatan Negara. NKRI ini lahir dengan jutaan korban jiwa dan air mata jangan kalian kotori dan hianati, demi tulang belulang para pejuang, kami siap bela sampai titik darah penghabisan.

Orasi kebangsaan pada 1 Mei kali ini bermaksud bahwa menyatakan sikap secara keras dan tegas menentang dan menolak adanya upaya dari segelintir orang yang tergabung dalam AMP, KNPB, FRI WP sebagai corongnya OPM dengan seenaak perutnya mereka memutar balikan kata, bahwa 1 Mei merupakan hari Aneksasi Papua oleh pemerintah RI
Kami hadir untuk memperingati 1 Mei sebagai hari Integrasi Papua bersama pemerintahan RI yang terkenal dengan kata – kata Heroik Kembalinya Papua ke Pangkuan Ibu Pertiwi, itu sah dan mengikat dari perspektif hukum manapun di dunia ini.

“Kami mengutuk keras adanya upaya – upaya Makar dan tindakan apapun dengan berbagai macam alibi untuk berusaha mengganggu keutuhan Negara, TANGGAL 1 MEI ADALAH INTEGRASI PAPUA KEDALAM NKRI (PAPUA KEMBALI LE PANGKUAN IBI PERTIWI), PAPUA TELAH MENENTUKAN NASIB SENDIRI SEBAGAI BAGIAN DARI NKRI SEJAK DULU LEWAT PENENTUAN SUARA RAKYA PAPERA 1969? ” Hanif selaku Korlap Aksi

Dengan orasi yang di sampaikan selama kegiatan aksi al ;

  1. Kami mengutuk keras segala bentuk kekejaman OPM terhadap Tenaga Kesehatan, Tenaga kerja dan tukang ojek di Papua. TNI Polri harus tegas dengan membasmi OPM beserta para pendukungnya.
  2. Di Makassar ini ada kelompok Aliansi Mahasiswa Papua yang mendukung kekejaman OPM dan menyuarakan Papua Merdeka, mengapa Aparat Keamanan tidak bertindak tegas?
  3. Kami mendukung Pemerintah Pusat untuk memberantas OPM. Kita semua bisa melihat Negara sudah begitu banyak memperhatikan kesejahteraan masyarakat Papua melalui Otsus, salah satunya memberikan beasiswa bagi mahasiswa Papua tapi ada dari mereka yang menyuarakan racun Papua Merdeka yang artinya Makar !!! Mari kita lawan demi keutuhan NKRI.
  4. Kami meminta kepada mahasiswa Papua untuk memikirka kembali apa tujuan mereka belajar di Yogya untuk mendapatkan ilmu yang nantinya akan digunakan membangun Papua bukan mendukung Papua Merdeka dan OPM, Kita harus satu suara bahwa Papua bagian dari NKRI. Jangan kotori kota Makassar dengan ide sampah separatis mu itu !!!
  5. Kita sebagai warga negara Indonesia berkewajiban untuk ikut menjaga kedaulatan negara dari ancaman OPM berserta kelompok AMP sebagai sayap perjuangannya maupun kelompok simpatisannya dan kami siap melawan apabila menyuarakan Papua Merdeka di kota Makassar.

Pemuda-pemudi ini juga mendukung upaya pemerintah terutama TNI-Polri dalam memberantas kelompok yang menamakan dirinya TPNPB-OPM dengan segala bentuk underbouw-nya. Sehingga diharapkan dapat menciptakan stabilitas di bumi Papua.

Kami juga protes keras kepada para manusia manusia yang tidak memiliki nurani yang selalu mengatas namakan dirinya pejuang HAM. Saat kelompok KKB terbunuh atau teraniaya kalian teriak HAM sekarang Kami ingin tanya dimana suara Kalian saat saudara saudara kami penduduk Papua dan pendatang disiksa dengan cara sadis, saudara saudara kami di telanjangi, di perkosa, di cincang dan dibunuh dengan cara biadab,,dimana suara kalian wahai manusia berhati iblissss. Aksi menyuarakan Ham soal defianus Kogoya* ini tidak adil kami tidak ingin ketidak adilan ini terus berjalan hanya karna alasan HAM atau tekanan negara luar atau seakan hanya kelompok OPM Yang dianggap manusia karena di nilai sedang berjuang untuk lepas dari NKRI. Kami ingin NKRI tetap utuh, dan kami ingin Indonesia bersih dari para perongrong negara kami minta kiranya pemerintah dalam hal ini BAPAK PRESIDEN JOKOWI* untuk mendengarkan tuntutan kami antara lain

  1. Kami masyakarat Makassar yang merupakan bagian dari rakyat Indonesia sangat marah dan mengutuk keras terhadap kekejaman OPM yang tersebar di Media Sosial. Negara Indonesia merupakan negara yang berdaulat dan tidak boleh kalah dengan kekejaman OPM terhadap anggota TNI, Polri, Guru, Tenaga Medis, Buruh dan bahkan masyarakat Papua yang tidak mendukung gerakan OPM. Pemerintah Pusat wajib menindak tegas OPM demi keamanan negara.
  2. Korban OPM merupakan anggota TNI/Polri, ASN, Buruh dan masyarakat sipil lainnya yang mempunyai keluarga yang tentunya berharap bisa berkumpul kembali namun pada kenyataannya mereka kembali sudah tewas akibat kekejaman OPM, sungguh biadab dan tidak berperikemanuasian.
  3. Kami meminta kepada Bapak Presiden RI yang sangat kami hormati bersama pemangku kepentingan lainnya untuk segara mengeluarkan kebijakan untuk memberantas OPM beserta para simpatisannya terutama mahasiswa Papua yang tergabung dalam kelompok Aliansi Mahasiswa Papua (AMP), Front Rakyat Indonesia untuk West Papua (WRI WP), dan kelompok pendukung mereka apapun namanya.
  4. Bapak Presiden Ir. Joko Widodo yang saya hormati, kami yang merupakan bagian dari masyarakat Indonesia akan dan selalu mendukung penuh segala kebijakan yang Bapak Presiden putuskan, yang keputusan tersebut tentunya demi melindungi seluruh rakyat Indonesia demi menjaga keutuhan NKRI.
  5. Kami mengajak seluruh organisasi masyarakat yang menyatakan dirinya nasionalis di seluruh wilayah indonesia untuk tidak diam, membiarkan dan mendiamkan aksi-aksi kelompok mahasiswa separatis ini. Mari kita bulatkan tekad, bersatu, dan bertindak demi kehormatan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai bersama.

Negara tidak perlu takut dengan segala bentuk aksi teror mereka, wajib di perangi dan di musnahkan, kami siap menjaga keutuhan NKRI
Pada akhir aksi dinyanyikan lagu – lagu kebangsaan dan membakar replika bendera BK dan Bendera AMP, Hal ini sebagai simbol menolak keras terhadap keberadaan serta segala bentuk kegiatan dan tindakan Makar yang dilakukan oleh OPM dan pendukungnya, Ujar Zulkifli Ketua Brigade Muslim Indonesia (BMI) , selaku pimpinan Aksi.

Red:bramsteve

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *