Cikal Bakal Nasi Djenggo Di Bali

BalistikNews.com
Awal thn 1970 an Ibu saya mulai menjual nasi bungkus dgn 3pilihan lauk. Lauk dgn daging ayam, daging sapi dan babi guling. Pada pukul 7pagi nasi bungkus tersebut sudah siap di pelabuhan Benoa. Di konsumsi oleh sopir2 mobil tangki pertamina, pekerja2 dipelabuhan dan para pemancing saat itu untuk sarapan pagi. Penjual nasi yg bekerja pada ibu saya saat itu menjajakan nasi bungkusnya dgn berkata “NASI MEN DJENGGO”.Knapa disebut nasi Men Djenggo? Karna pada saat itu ayah saya (ayah saya kelahiran 1924, keturunan Belanda dari papahnya Belanda dan mamahnya Betawi.Ayah saya seorang pensiunan TNI dgn pangkat terakhir Kapten.yang saat mudanya turut berperang dijaman itu )
Adalah penggemar film cowboy Django..yg saat itu diperankan oleh Franco Nero..saking sukanya dgn film tersebut saya yg masih bayipun (saya lahir thn 1968) sering dininabobokan oleh ayah dgn nyanyian” Djenggo jago tembak..Djenggo jago tembak. Sehingga tetangga dan saudara2 disekitar rumah sering mendengarnya dan sejak saat itulah saya mulai dipanggil Djenggo (hingga saat kini pun kalau saya pulang kerumah Ibu saya. Semua saudara2 dan tetangga saya masih memanggil saya Djenggo. Rumah asli saya di desa Sesetan, banjar Kaja),sehingga ibu saya pun dipanggil Men Djenggo. Nasi Men Djenggo saat itu dijual dgn harga dibawah 80rupiah/bungkus. Men Djenggo saat itu sudah membuat rata2 perhari 300 hingga 500 bungkus nasi bungkus. Bahkan sering hingga 1000bungkus karna Ada pesanan Dari kapal pesiar yang berlabuh di pelabuhan Benoa saat itu. Lebih dari 10 tahun berjualan nasi bungkus hingga tahun 1982 ibu saya berhenti berjualan nasi bungkus, karna harus mengabdi dalam ajaran agama Hindu..beliau harus Ngiring menjadi Mangku, sehingga aktifitas membuat dan menjual nasi bungkus berhenti. Dan kemudian sekitar tahun 1984an munculah nama Nasi Djenggo di Denpasar di depan Pasar Badung.saat ini beraneka ragam jenis Nasi Djenggo yang dijual dan menjadi makanan khas di Denpasar dan Bali umumnya (saksi hidup masih ada hampir semuanya, bagi yang berkeberatan dgn cerita ini bisa mengubungi saya) @henryalexiebloem

Via @sekehedemenbali (RUDI78)

Read More

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *