RENCANA AKSI ANAK PAPUA DI MAKASSAR PASCA KEDATANGAN ARIS AZHAR TIDAK AKAN MENARIK SIMPATIK MASYARAKAT, MALAH BERPOTENSI CHAOS DI LAPANGAN.

BalistikNews.com – MAKASSAR,  Sulsel.

Rencana aksi anak Papua sebagai bentuk solidaritas terhadap aksi penyiksaan yang dialami oleh saudara DELFIANUS KOGOYA yang belakangan ternyata adalah WARINUS MURIB (anggota KKB OPM) ini tiba tiba muncul pasca kedatangan saudara ARIS AZHAR ke asrama Papua dua hari lalu. Menurut kami aksi yang akan dilakukan anak anak Papua ini adalah bentuk dukungan kepada kelompok perongrong negara yakni (Kelompok Kriminal Bersenjata) KKB OPM.           

Read More

Untuk masalah ini kami sepakat dengan penegakan HAM di Papua tetapi tentunya kita tidak boleh berat sebelah dan saya harap saudara Ariz Azhar (aktivis Papua) saat di asrama Papua Intan Jaya Makassar dua hari lalu mampu berteriak lantang ke anak Papua agar mendesak aparat melakukan proses hukum terhadap pelanggaran HAM yang dilakukan (Kelompok Kriminal Bersenjata) KKB OPM tersebut kepada saudara-saudari kami anak Papua atau pendatang di tanah Papua.

Saya rasa kita tahu bagaimana kebiadaban KKB OPM saat menelanjangi tenaga kesehatan kita, kemudian di siksa, diperkosa lantas dibunuh, begitu juga saat anak anak Papua dibunuh, ditebas, para pendatang dibantai secara brutal, lalu suara ARIZ AZHAR dimana? Suara anak Papua dimana? Mana suara mereka tentang penegakan HAM? Apakah karena anggota KKB OPM saja yang dianggap manusia terus anak bangsa yang mati dibantai KKB OPM bukan manusia. Sekali lagi bahwa mengenai penyiksaan yang dialami Delfianus Kogoya yang di belakangan ketahuan sebagai WANURIS MURIB, kami sepakat oknum TNI yang menyiksa dilakukan proses hukum, tetapi kita harap ARIS AZHAR dan anak Papua di Makassar harus paham bahwa orang ini adalah anggota KKB OPM yang telah melakukan banyak tindak kejahatan biadab yang juga harus ditangkap dan dilakukan proses hukum.

Oleh karena ini saya rasa kedatangan ARIS AZHAR ke asrama Papua patut menjadi bahan renungan adik-adik Papua di kota studinya agar berhati-hati dalam menyikapi aksi ini dan tidak gegabah untuk ikut dalam aksi. Saya yakin aksi ini tidak akan menarik simpati masyarakat Makassar dan Indonesia, malah saya sangat khawatir akan ada kelompok yang akan ada aksi tandingan yang berpotensi memicu chaos di lapangan karena saat ini masyarakat Sulsel sedang berkabung pasca terbunuhnya satu orang anak asal Provinsi Sulsel (Toraja) di tanah Papua baru-baru ini,” ujar Ketua Brigade Muslim Indonesia (Muhammad Zulkifli, S.T., M.M.), Selasa (02/04).

Red; Bramono Sitanggang.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *