Tersangka AP Ditangkap Polresta Denpasar Karena Melanggar UU ITE.

BalistikNews.com – DENPASAR, Bali.

Terkait Video Viral di Medsos berjudul “Lapor Suami Selingkuh Istri Oknum Perwira TNI Justru Ditangkap Paksa Anggota Polresta Denpasar”,
Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Jansen Avitus Panjaitan, S.I.K., M.H., menyangkal dan memastikan itu tidak benar alias hoaks, pada Minggu (14/4/2024).

Read More

KBP Jansen menyampaikan, memang benar ada penangkapan tersangka AP berdasarkan; Laporan Polisi Nomor : LP/B/25/I/2024/SPKT/POLRESTA DENPASAR/POLDA BALI, tanggal 21 Januari 2024.

Dalam kejadian tersebut tidak ada penangkapan paksa, justru pihak Polresta Denpasar masih memberikan tenggang waktu, karna saat penangkapan di SPBU Cibubur, tanggal 04 April 2024 lalu, Tersangka meminta agar pulang terlebih dahulu ke rumahnya di Legenda Wisata Blok G 1/36, Wanaherang, Gunung Putri, Kabupaten Bogor. Sampai di rumahnya sekira jam 14.30 Wib dan terjadi perdebatan dengan keluarga tersangka (Orang tuanya), bahwa dengan alasan Tersangka AP punya balita dan masih menyusui sehingga tidak berkenan anaknya dibawa serta meminta agar menunggu sampai datang Kuasa Hukum untuk mendampingi Tersangka pada saat penangkapan.

Pada saat Kuasa Hukum Tersangka tiba, langsung koordinasi dengan tim Penyidik dan membuat surat pernyataan ditandatangani oleh Tsk AP yang berisikan bahwa Tsk AP mohon untuk penundaan penangkapan dan Tersangka akan hadir pada hari Sabtu tanggal 06 April 2024, dengan pertimbangan Surat Pernyataan dan Tsk pada saat itu tidak mau melepas anaknya yang berumur 1,5 tahun dengan alasan masih menyusui, ditambah kondisi situasi keluarga Tsk yang protes terkait giat penangkapan tersebut sehingga anggota tidak memaksakan melakukan upaya penangkapan pada saat itu untuk menghindari resiko yang terjadi, maka langkah yang diambil anggota secara persuasif memberikan Surat Panggilan Tersangka pada hari Jumat tanggal 05 april 2024 untuk hadir dan diperiksa/ BAP sebagai Tersangka, pada hari Senin tanggal 08 april 2024 pukul 10.00 Wita.

Pada hari Senin tanggal 08 April 2024 bertempat Ruangan Sat Reskrim Polresta Denpasar dilakukan pemeriksaan terhadap Tsk AP, dan selanjutnya dilakukan penahanan untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan seperti melarikan diri, menghilangkan barang bukti dan atau yang lainnya.

Selanjutnya penahanan Tsk AP dilakukan pada tanggal 09 April 2024 dan mengingat Tersangka membawa anak yang berusia 1,5 tahun masih dalam keadaan menyusui demi pertimbangan kepentibgan kemanusiaan Penyidik, gelar pengalihan penahanan sesuai PERKABA Nomor 1 Tahun 2022 Tentang SOP Penyelidikan dan Penyidikan Tindak Pidana, UU Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak, serta berkoordinsi dengan Kasubdit 4 PPA Ditkrimum Polda Bali dan Staf UPTD PPA Prov. Bali, sehingga Penyidik berkesimpulan Tersangka dapat dialihkan penahanan menjadi Tahanan Rumah dan ditempatkan pada rumah aman Kementerian Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak UPTD PPA (Unit Pelaksanaan Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak) Provinsi Bali yang terletak di jalan raya Pemogan, Denpasar Selatan.

Untuk Tsk AP telah dilakukan penangguhan penahanan berdasarkan permohonan tanggal 09 april 2024 oleh Kuasa Hukum dan sebagai jaminan Orang tua Tersangka, selanjutnya Penyidik lakukan penangguhan dan dikeluarkan pada Sabtu tanggal 13 april 2024 pukul 11.00 Wita.

Kepolisian juga telah melakukan upaya mediasi hingga 2 kali, oleh Kuasa Hukum Tsk utama HSA yang dijembatani oleh pewnyidik dengan Pelapor/ Korban an. BA maupun Kuasa Hukumnya, namun Korban menolak mediasi.

Begitu juga Tsk AP penyidik juga sudah melakukan upaya mediasi, namun Tsk dan Kuasa Hukumnya juga menolak mediasi tersebut, sehingga pertemuan antara kedua belah pihak tidak pernah terjadi.

KBP Jansen menegaskan, ybs dilakukan proses hukum karena ada laporan dari Korban yang merasa dirugikan dan melanggar UU ITE, karena terbukti memviralkan sesuatu informasi yg diduga bohong/hoaks dan yang masih harus melalui bukti-bukti yang akurat. Dan tentunya kami dari pihak Kepolisian akan memproses setiap laporan sehingga mendapatkan kepastian hukum.

Kami juga meluruskan mengenai laporan Tsk AP tentang kasus perselingkuhan dan KDRT yang diduga dilakukan suaminya yang merupakan anggota TNI, itu sudah ditangani Pomdan Udayana.

“Kami minta semua rekan-rekan media dan juga masyarakat, agar memahami perbedaan proses hukum yang sedang dialami Tsk AP saat ini dan kami berharap tidak dibesar-besarkan sehingga tidak membuat gaduh di masyarakat, karena kedua permasalahan yang dialami Tsk AP, sedang dalam proses hukum di tempat yang berbeda, seperti penjelasan diatas.” tutup KBP Jansen.

( Humas Polda Bali/ ***JR77 )

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *